Gagap Aksara

Gadget? Siapa yang tak butuh di jaman serba modern seperti sekarang. Taruhlah persenan pada pendapat masyrakat banyak mana kukira lebih dari 50% akan membutuhkan gedget. Menarik memang, karena menurutku kebutuhan masyarakat akan gedget adalah kebutuhan latah. Karena semua teman ber-gedget maka aku harus atau karena semua orang bisa update ini itu secara cepat maka aku juga harus. Jangankan mereka yang dewasa, anak-anak TK kini juga banyak yang kemana-mana menenteng gedget.
Gagdet memang membuat. Saat aku berkumpul dengan teman-temanku misalnya banyak yang sibuk terus melihat layar berapa puluh inci itu. Sampai-sampai kadang kami asik ngobrol lewat gadget dan malas berkomunikasi secara langsung. Ah, betapa tak menyenangkannya. Budaya latah kurasa semakin menjangkiti kita, manusia Indonesia yang semakin kehilangan banyak kearifan lokal.
Kalau ibu-ibu di desaku sedang berkumpul mereka akan asik berbicara banyak hal. Mulai dari kenakalan anak mereka, suami mereka, atau banyak hal lain sehingga keakraban makin terjalin. Apa besok kalau aku dan teman-temanku berkumpul kami akan sibuk memajang foto anak kami yang nakal? Mengupdate kelakuan suami kami? Juga pamer masakan-masakan yang kami makan dengan lupa memastikan tetangga kami sudah makan atau belum. Sekian.

Iklan