Seperti Halnya, Hanya Saja

                          Aku sedang tidak punya apa-apa untuk hidup. Aku kehilangan semuanya dalam hitungan detik. Aku tak punya satu hal saja yang menerangkan bahwa aku harus hidup karena (titik-titik) yang entah apa kecuali beberapa kalimat normatif seperti biasanya. Maaf, aku kehilangan pemahaman. Atau tiba-tiba membutuhkan pemahaman yang selama ini aku abaikan. Kenapa? kenapa aku harus susah-susah begini dan begitu hanya demi anu atau atas nama anu. Tidak ada yang menarik untukku saat ini, kecuali rasa ingin takut mengecewakan sana-sini. 

Boleh kah aku menyerah???

 

Ini bukan pertama kalinya aku mengatakan bahwa kematian seringkali begitu menggoda. Beberapa novel yang kubaca, beberapa tokohnya memutuskan untuk mati dengan berbagai macam latar belakang. Beberapa penulis yang karyanya aku baca, memutuskan untuk mati juga. Banyak orang, begitu berani untuk memutuskan mati. Bagaimana mungkin kematian tidak juga begitu menggoda untukku saat ini? 

 

Beberapa teman pernah mengatakan padaku bahwa aku tak boleh membaca ini itu karena takut aku bunuh diri. Aku hanya tertawa, bukan orang lain atau pengalaman orang lain yang membuat kematian menjadi begitu menggiurkan.

 

Saya sedang tidak sedih atau bahagia. Saya sedang tidak kecewa atau terluka. Saya sedang tidak ingin sedih atau ingin bahagia. Saya hanya sedang tidak mengerti berkepanjangan. Saya kira saya mendekati kematian, iya, jiwa saya sekarat. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s