Catatan di Sini, English 19 Juni 2013

Hai,, aku menyapamu lagi dini hari ini. Dingin sekali rasanya..
Apa kabar English? hari ini kamu penuh dengan anak-anak berwajah baru bagiku. Mungkin kamu lebih mengenalnya. Memang, minum jeruk nipis di sini dan melihat wajah-wajah yang menyimpan banyak sekali rahasia selalu menarik untukku. Lagi pula, aku tidak mengantuk ..

Jangan bertanya tentang kabarku, karena kau akan memetik kegamangan.. Kau tentu tahu bagaimana aku melewati malam di sini selalu dengan resah entah yang akan berujung pada apa ..

Hari ini aku ingin bercerita padamu, kisah ini belum pernah kusampaikan pada siapapun ..

Ini tentang sebuah batu apung berwarna putih yang terdampar dibibir pantai. Batu itu sudah bermalam-malam diam, ia hanya bisa menunggu. Ia berharap ombak pantai menjemputnya pulang ke laut. Atau kemungkinan lain seseorang akan memungut dan membawanya. Ia berharap bisa kembali ke laut, ke sana .. ke luasnya biru bersama begitu banyak hal lainnya .. Tapi ombak pantai seolah tak mau menjemputnya, ombak tahu, batu apung itu tak mungkin berjalan sendiri ke pantai .. tapi ombak mendiamkannya ..
Tapi sekali lagi, ia terlalu lelah untuk memohon pada ombak. Bibirnya terlalu kelu untuk merayu, .
Ataupun jika ada yang memungutnya, ia hanya bisa diam ..

Hai dini hari yang entah bagaimana ini, sayang sekali Nafilah, kamu terlahir dengan terlalu suka menerka-nerka .. Sudah-sudahlah ..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s