Tunggu

Semoga malam menyembuhkan mereka yang sakit namun hanya bisa diam ….

Aku menunggu, sedetik dua detik, semenit dua menit, sejam dua jam, sebulan dua bulan, terus begitu .. mungkin aku akan lelah, atau tidak sama sekali, mungkin aku akan jemu atau justru semakin suka menunggu …

Hanya saja, aku menjadi begitu tak mengerti sekarang ..
tak ada yang menyuruhku menunggu, tak ada yang menjanjikan apa pun dengan aku menunggu, tak ada yang menunggu aku tunggu, tak ada yang tertunggu dengan aku menunggu, aku hanya menunggu pada ketertungguanku sendiri …

Senja telah menjadi semakin tua dan tua, dan didalam masa menungguku banyak sekali yang terjadi dan terlewati .. ada banyak tangis, tawa, sedih sedih sedih kemudian gembira, suka suka suka kemudian luka dan semua rasa ..

Aku hanya menunggu sampai nanti, nanti aku lelah mencari apa yang membuatku menunggu ,,,

Semoga pagi membangunkan mereka yang luka dan menawarkannya ….

Aku akan segera mengerti, karena semua telah menjadi lain dan berubah .. Aku sulit mengerti karena kamu tak pernah mengatakan apa pun .. aku hanya selalu sibuk menerka, menebak, salah dan salah! dan aku yang selalu salah …
Mungkin, mungkin akan lebih baik jika aku melepas ketungguanku .. dan membiarkan semua berlalu ..

Malam akan segera layu dan pagi segera membabi buta,,,
sementara aku, kamu dan kita adalah kelepasan pada keterikatan yang semu … tidak pernah terjadi apa-apa.

Iklan

Tutur Pagi

selamat pagi ….
selamat pagii semua yang menjadi unsur-unsur pagi ini …

hemmm .. pagi yang bagaimana ini? aku menjadi begitu melankoli ..
Tuhan telah menciptakan manusia dengan berbagai kehidupan mereka sendiri-sendiri. Tuhan telah begitu adil memilihkanku berbagai macam keindahan, dan Tuhan telah sangat begitu adil memilihkanku berbagai penderitaan …

Tuhan tahu, jauh jauh jauuuh lebih besar dari yang tidak aku tahu .. hanya sering aku kurang sabar .. Tuhan tahu, sangat sangat sangat teramat tahu bagaimana harusnya aku … hanya sering aku tidak sabar …

Aku baik-baik saja, jauh lebih dari baik-baik saja .. cuma beberapa waktu lalu menjadi begitu egois pada diri sendiri. Manusia memang begitu kadangkala bukan? merasa hidupnya paling penting, tak mau mengaca pada waktu ..aku begitu beberapa waktu lalu.. tapi tidak sejak pagi ini …
ada yang harus berlalu, diyakini, kemudian dibiarkan berkembang sendiri ..
ada yang harus dilewati, ditangisi, kemudian dikenang dengan senyuman ..
ada yang harus beberapa kali ditulis, dibaca, kemudian menjadi bosan …

Pagi yang teduh, ,
seperti cerita yang terikat pada satu satuan waktu yang terurai dalam bayang keraguan ..
aku percaya, seperti kalian juga percaya, hanya saja kita selalu dibatasi sudut pandang ..

Selamat pagii harapan, selamat pagi kenangan ..
aku mengingat, teringat, diingatkan … tapi tak berarti aku akan terus mengenang ..
semua sudah berakhir begitu saja .. pada pagi yang begitu teduh …